
Malang,GerakNusantara.id – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Musholla RH. Jago, Gang Guyub Rukun, RT 05 RW 03, Dukuh Golek, Desa Karangduren. Ratusan warga dari 12 desa se-Kecamatan Pakisaji berkumpul dalam satu ikatan iman dan cinta tanah air, melaksanakan Istighosah dan Pengajian Umum dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81.minggu 16 Agustus 2026
Kegiatan berjalan berurutan sejak pukul 08.00 WIB, diawali Sholat Dhuha berjamaah, dilanjutkan Tahlil dan Doa bagi para pahlawan kemerdekaan, Istighosah bersama, Pengajian Umum, hingga ditutup dengan Sholat Dzuhur berjamaah.

Kepala Desa Karangduren, Sihabur Romli, memberikan apresiasi tinggi: “Pemerintah Desa senantiasa mendukung penuh kegiatan pengajian ini, karena inilah pondasi utama kita sebagai pelayan masyarakat. Antusiasme warga sungguh luar biasa! Semoga seluruh masyarakat makin bersyukur atas segala nikmat yang Allah SWT berikan.”
Gus Ahmad Shon Haji Fedel, Ketua Panitia sekaligus Pengurus IKS Korcam Pakisaji, menjelaskan makna mendalam penyatuan doa kemerdekaan dan doa umat dalam satu rangkaian: “Tujuan utama kami menyatukan doa kemerdekaan dan doa bersama, untuk menunjukkan bahwa semuanya menuju satu tujuan: kebersamaan. Warga, tokoh masyarakat, dan jamaah IKS bersatu hati memohon keberkahan bagi negeri dan persaudaraan yang tak terputus.”
Kehadiran jamaah bahkan melebihi kapasitas tempat yang disiapkan untuk 550 orang. Sebelum acara dimulai, musholla dan halaman sekitar sudah penuh sesak — tanda kerinduan warga akan kebersamaan dan keberkahan sungguh membara. Gus Ahmad Shon Haji menambahkan: “Harapan kami sederhana: tali silaturahmi ini terus terjalin erat. Melalui kegiatan ini, persaudaraan antarwarga makin kokoh dan kebaikan terus mengalir tiada henti.” Dijelaskan pula, Istighosah Triwulan ini merupakan agenda rutin IKS Korcam Pakisaji yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, sebagai sarana menjaga persatuan dan keimanan warga secara berkelanjutan.
Haji Mujib, salah satu jamaah yang hadir, menyampaikan perasaannya dengan tulus: “Saya hadir untuk menuntut ilmu dan berharap menjadi santri para ulama. Berdoa bersama mendoakan para pahlawan terasa menenangkan hati sekali. Harapan saya, seluruh warga senantiasa diridhahi Allah SWT, dan anak-anak keturunan kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah.”
Dalam pengajian umum yang disampaikan oleh KH. Ahmad Masduqi (PPAI Ketapang), jamaah diajak merenungi tiga hal utama: keikhlasan sedekah, kesabaran dalam menjalani ujian, dan kesungguhan berharap pertolongan Allah. Beliau menegaskan bahwa sedekah yang ikhlas bukan sekadar memberi harta, melainkan memberi dengan tulus hati — dan Allah pasti melipatgandakan pahalanya serta melancarkan rezeki hamba-Nya. Juga diingatkan: ujian hidup adalah jalan menuju kemuliaan, maka tetaplah bertakwa dan bersabar.
Doa yang terpanjat hari ini menjadi bukti nyata: kemerdekaan yang diraih dengan pengorbanan para pahlawan, kini dijaga dengan ketakwaan, persatuan, dan harapan tulus agar Indonesia senantiasa diberkahi, makmur, dan diridhoi Allah SWT.(Aldo35)


