
Malang,GerakNusantara.id – Suasana haru, syukur, dan semangat kebersamaan melingkupi Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran. Ratusan warga berkumpul penuh sukacita menyambut puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, membuktikan bahwa semangat kemerdekaan sejati lahir dari persatuan dan kegotongroyongan.
Acara dimulai dengan khidmat: segenap hadirin berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dipimpin Ibu Ika. Dentum nada dan lirik yang berkumandang bukan sekadar nyanyian, melainkan ikrar cinta tanah air dari hati warga Desa Kademangan.sabtu 15 Agustus 2026
Dalam sambutannya, perwakilan panitia Bapak Ustadz Jufri menegaskan: “Kemerdekaan adalah hak dan milik semua bangsa. Mari kita jaga kebersamaan dan kerukunan ini, karena momen ini adalah momen kebersamaan. Semoga seluruh kegiatan yang kita laksanakan senantiasa diridhoi Allah SWT dan berjalan lancar dari awal hingga akhir.”
Kepala Desa Kademangan, Hj. Moelyani, dalam arahannya membakar semangat warga: “Tepat 17 Agustus 1945, para pahlawan berjuang habis-habisan demi merdeka, membela tanah air dari penjajah. Kini tugas kita sebagai penerus bangsa: menjaga keutuhan, menjaga keamanan, dan melestarikan persatuan yang telah diperjuangkan pahlawan!”
Antusiasme warga terasa jauh lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Persiapan berjalan merata di tiga dusun dan empat RW—mulai dari pengecatan pagar, pembersihan lingkungan, hingga pemasangan bendera dan umbul-umbul—semua dikerjakan atas kesadaran warga, bahu-membahu tanpa paksaan.

Puncak perayaan dimeriahkan dengan karnaval yang berarak gagah mulai dari RW 4, melewati RW 3, RW 2, RW 1, hingga berakhir di halaman Kantor Kepala Desa. Dukungan dan semangat mengalir menyatu dari berbagai komunitas: SAKERA, SAYAPMAS, KENCONO WUNGU, DOBLE ONE GANK, KAZELOR, MMXIV PATWE, HERONINE CDLDNY, serta seluruh warga yang turut berpartisipasi.
Um Maria, warga RT 04 Dusun Kerajaan, mewakili suara hati warga: “Saya senang sekaligus terharu. Suami dan anak saya ikut tampil dengan busana budaya. Kegiatan besar seperti ini kembali hadir setelah beberapa tahun, rasanya sungguh membahagiakan. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan perayaan serupa bisa terwujud setiap tahun.”
“Antusiasme masyarakat sekarang jauh lebih tinggi. Segala sesuatu dikerjakan bersama, bukan sekadar menunggu perintah. Gotong royong jangan pernah hilang. Apa pun yang datang, mari kita hadapi bersama, bergandengan tangan tanpa membeda-bedakan,” tegas Hj. Moelyani.
Bukti nyata terpampang jelas di Desa Kademangan: kemerdekaan bukan hanya soal tanggal di kalender, melainkan semangat bersatu, bekerja sama, dan membangun desa bersama-sama!(Aldo35)


