Logo
Peristiwa

Kelangkaan Gas Melon di Pamekasan Berdampak Luas: Masyarakat Kecil Pusing

11 Apr 2026 Admin 104 views
Kelangkaan Gas Melon di Pamekasan Berdampak Luas: Masyarakat Kecil Pusing
Pamekasan,GerakNusantara.id - Kelangkaan gas elpiji 3 kg (gas melon) yang terjadi di Kabupaten Pamekasan terus memberikan dampak mendalam pada kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal. Harga yang melonjak hingga Rp22.000-Rp27.000 per tabung – jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18.000 – membuat banyak keluarga berpenghasilan rendah kesulitan memenuhi kebutuhan dasar memasak, sementara pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi ancaman penutupan usaha. Banyak keluarga terpaksa mengalokasikan sebagian besar uang mereka untuk membeli gas, sehingga harus mengurangi pengeluaran untuk keperluan penting lainnya. Sri Wahyuni (38), seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Pamekasan, mengaku harus mengeluarkan Rp60.000 untuk dua tabung gas yang biasanya hanya dikenai biaya Rp40.000. "Uang yang seharusnya digunakan untuk beli jajan anak-anak jadi harus dialihkan buat beli gas," ujarnya dengan suara penuh kesusahan. Para pengecer yang tidak memiliki izin sebagai pangkalan resmi kehilangan sumber penghasilan utama dari penjualan gas melon. Supriyadi (45), seorang pengecer di Kecamatan Tlanakan, menyampaikan bahwa ia tidak lagi bisa menjual gas setelah kebijakan larangan diberlakukan, membuat pendapatannya menurun drastis. UMKM Kuliner Tertekan, Beberapa Terpaksa Tutup Sementara,Dampak paling nyata dirasakan oleh pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada gas melon untuk memasak. Biaya produksi yang meningkat membuat banyak warung makan dan penjual gorengan juga warung kopi terpaksa menurunkan jumlah produk atau menaikkan harga jual, yang akhirnya membuat pelanggan berkurang. Muhammad Yusuf (52), pemilik warung makan di Jalan Raya Pamekasan-Sumenep, mengaku sudah beberapa kali kesulitan mendapatkan pasokan gas. "Kadang harus tutup sementara karena gas habis dan tidak bisa dibeli mana-mana. Kalau beli dengan harga mahal, untungnya juga hilang," jelasnya.(Ulum)

Komentar

Home Lowongan Tentang Redaksi

Kategori