Pamekasan,GerakNusantara.id – Ratusan warga yang tergabung dalam Tim Pencari Fakta (TPF) tak lagi diam. Dipimpin orator Boby dan Iklal, sekitar 100 massa mendatangi Kantor Bea Cukai Pamekasan pagi ini dengan amarah yang meledak-ledak. Tulisan-tulisan tajam berkibar di jalanan Barurambat Kota: 26/10/2026 jam 10:00 wib
“BEA CUKAI DI BAWAH KEKUASAAN”
“JADI SARANG KORUPTOR?”
“917 BAL ROKOK — ASAPNYA JELAS, TAPI JAWABANMU GELAP!”
Massa datang menuntut kejelasan soal 917 bal rokok marbol yang disita, yang hingga kini nasibnya tak pernah dijelaskan secara transparan. Warga juga memprotes penyisiran terhadap toko-toko klotongan yang dilakukan secara gencar namun tak jelas dasarnya. Tak hanya itu — para supir pengiriman ditangkap langsung di jalan tanpa kejelasan proses hukum, seolah mereka penjahat berat.

Yang membuat rakyat semakin mendidih: saat datang menuntut penjelasan, pihak Humas Bea Cukai yang diwakili Bapak Andro justru berbelit-belit. Jawabannya tidak memuaskan, seakan aksi ini hanyalah keributan biasa yang akan dilupakan begitu saja. Rakyat merasa diperbodoh.
Boby menegaskan dengan nada menggelegar:
“Kami tidak main-main hari ini. Kalau sampai Bea Cukai tetap menutup mata dan mulut, jangan salahkan kami. Aksi ini baru pemanasan. Aksi kedua akan jauh lebih besar, jauh lebih keras, dan seluruh rakyat Pamekasan akan turun bersama kami. Kami tidak akan diam sampai keadilan benar-benar terwujud!”
Pintu sudah diketuk dengan keras. Rakyat sudah bangun. Sekarang giliran Bea Cukai — mau menjawab dengan jujur, atau siap menghadapi gelombang yang jauh lebih dahsyat?
Pewarta: Ulum


