Pamekasan,GerakNusantara.id – Kontes bonsai yang digelar Persatuan Pecinta Bonsai Indonesia (PPBI) Pamekasan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-496 menuai keluhan dari sejumlah peserta.
Kontes yang berlangsung 28 September hingga 6 Oktober 2026 tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah, di antaranya Gresik, Surabaya, Bali dan sejumlah kabupaten lainnya.
Keluhan peserta mencuat terutama menjelang proses pengambilan bonsai. Sejumlah peserta menilai aspek keamanan, pencahayaan dan penataan lokasi masih kurang maksimal.
Salah satu peserta asal Gresik mengeluhkan lemahnya pengamanan saat peserta mulai mengambil bonsai. Keluhan serupa disampaikan Sahid, peserta dari Pamekasan, yang mempertanyakan kesiapan panitia meski jadwal pengambilan resmi masih menyisakan satu hari.
Peserta juga menyoroti kondisi penerangan yang dinilai kurang terang serta banyaknya akses masuk ke area kontes. Mereka menilai seharusnya akses keluar-masuk dapat dibuat lebih terpusat untuk memperketat pengawasan terhadap bonsai peserta.
Tak hanya soal keamanan, penataan penutup tenda (taber) juga menjadi sorotan. Area yang dinilai terlalu terbuka dan dipenuhi pepohonan di luar maupun di dalam lapangan disebut berpotensi mengganggu konsentrasi juri saat melakukan penilaian.
Ironisnya, sejumlah peserta membandingkan pelaksanaan kontes tingkat nasional tersebut dengan kontes bonsai lokal. Menurut mereka, kontes lokal justru dinilai lebih tertata dalam hal keamanan dan penerangan.
Keluhan lain muncul terkait perawatan bonsai menjelang pengambilan. Peserta mempertanyakan apakah bonsai tetap mendapatkan penyiraman ketika kegiatan mulai memasuki tahap akhir.
Sementara itu, salah satu juri menjelaskan bahwa 5 Oktober bukan merupakan jadwal resmi pengambilan bonsai, melainkan peserta diperbolehkan mengambil dengan catatan angkat sendiri bonsainya, sedangkan proses pengambilan secara lengkap dijadwalkan pada 6 Oktober 2026.
Namun, persoalan kembali muncul ketika peserta menilai pengamanan di lokasi sudah minim karena kegiatan utama dianggap telah selesai.
Kondisi tersebut menjadi catatan bagi PPBI Pamekasan. Sebagai kontes yang membawa nama daerah dan diikuti pembonsai dari berbagai wilayah, peserta berharap penyelenggaraan tidak hanya mengutamakan penilaian dan perlombaan, tetapi juga memastikan keamanan bonsai, pencahayaan, akses keluar-masuk, perawatan tanaman, serta penataan lokasi hingga seluruh peserta meninggalkan arena.
Peserta datang membawa karya terbaik dari berbagai daerah. Jangan sampai persoalan teknis dan lemahnya pengamanan justru menjadi kesan terakhir dari kontes bonsai berskala nasional di Pamekasan.
Pewarta:ulum


