Skip to content
Gerak Nusantara

Gerak Nusantara

Bergerak untuk menyuarakan aspirasi rakyat

Primary Menu
  • Home
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminal
    • Tni-polri
  • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Daerah
  • Agama
  • Bisnis
  • Kebijakan Media Siber
  • Redaksi
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • September
  • 7
  • Warga Keluhkan Normalisasi Sungai Klowang di Gladak Ayar, Diduga Picu Saluran Rumah Mampet dan Tebing Rawan Longsor
  • Nasional

Warga Keluhkan Normalisasi Sungai Klowang di Gladak Ayar, Diduga Picu Saluran Rumah Mampet dan Tebing Rawan Longsor

Redaksi September 7, 2026 3 minutes read
IMG-20260907-WA0049

Pamekasan,GerakNusantara.id – Proyek normalisasi Sungai Klowang yang berada di wilayah Kelurahan Gladak Ayar, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, menuai keluhan dari sejumlah warga sekitar.

Pekerjaan yang dikelola oleh Dinas Pengairan/Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut saat ini terlihat sedang berlangsung. Normalisasi Sungai Klowang dilakukan pada aliran sungai sepanjang 14,194 kilometer dengan luas daerah aliran sungai mencapai 308,3 kilometer persegi.

Namun, di tengah tujuan proyek untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir, sejumlah warga justru mempertanyakan kualitas dan manfaat pekerjaan yang saat ini berlangsung di lapangan.

Berdasarkan pantauan awak media gerak nusantara di lokasi, papan identitas proyek terlihat terpasang. Sejumlah titik sungai sudah dilakukan penggalian, pengerukan, serta pembentukan tebing sungai. Akan tetapi, beberapa bagian tebing masih berupa tanah terbuka dan terlihat retak.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, terutama terkait kemungkinan longsor ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Salah seorang warga yang meminta namanya disamarkan dengan inisial SD mengaku kecewa terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, pekerjaan yang hanya mengandalkan pengerukan tanah tanpa penguatan tebing dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.

“Ini proyek biasa, tidak ada gunanya, hanya menghabiskan anggaran pemerintah,” keluh SD.

Ia menilai pengerukan sungai seharusnya diikuti dengan pekerjaan penguatan tebing agar tanah yang telah dibentuk tidak kembali longsor.
“Hanya dikeruk, ada yang tanahnya dibuang, ada yang dijadikan tebing, tapi tanpa ada penahannya kan percuma, Pak. Ini saja sudah longsor, apalagi kena hujan. Bisa hancur jadi bubur,” ujarnya.

Keluhan lain datang dari warga ST nama yang disamarkan yang mengaku mengalami masalah pada saluran pembuangan air rumahnya setelah pekerjaan normalisasi dilakukan.

Menurut warga tersebut, sebelum adanya proyek, saluran pembuangan air rumahnya berjalan lancar. Namun, setelah pekerjaan berlangsung, air pembuangan justru mengalami hambatan hingga mampet.
“Kalau seperti ini saya harus laporan ke mana dan bagaimana? Sebelumnya air pembuangan saya lancar. Habis proyek jadi tidak jalan. Saya sudah menghabiskan Rp400 ribu untuk membuat saluran air ini,” keluh warga tersebut.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena proyek normalisasi sungai sejatinya bertujuan untuk memperlebar dan memperdalam aliran sungai, memperbaiki tebing yang rawan longsor, serta mengurangi risiko banjir saat musim hujan.

Selain itu, normalisasi juga diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi Sungai Klowang sebagai jalur aliran dan penampungan air, sekaligus menjaga ketersediaan air pada musim kemarau.
Namun demikian, warga mempertanyakan bagaimana proyek tersebut dapat memberikan manfaat maksimal apabila dalam pelaksanaannya justru muncul dugaan persoalan baru, mulai dari tebing tanah yang dikhawatirkan rawan longsor hingga saluran pembuangan rumah warga yang disebut mengalami penyumbatan.

Di beberapa titik, kondisi air sungai juga masih terlihat keruh dan terdapat sampah. Hal ini menjadi catatan penting bahwa normalisasi sungai tidak cukup hanya dengan pengerukan, tetapi juga membutuhkan penanganan lingkungan dan sistem drainase secara menyeluruh.
Hingga saat ini, informasi mengenai rincian anggaran, jadwal penyelesaian, tahapan pekerjaan, serta spesifikasi teknis pembangunan tebing belum diketahui secara jelas oleh masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Warga pun berharap pihak Dinas PU Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya menyelesaikan pekerjaan secara fisik, tetapi juga memastikan dampak proyek tidak merugikan masyarakat sekitar.
Masyarakat meminta adanya penjelasan terbuka mengenai progres pekerjaan, target penyelesaian, metode penguatan tebing, serta penanganan terhadap saluran pembuangan warga yang diduga terdampak proyek.

Sebab, apabila kekhawatiran warga mengenai longsornya tebing dan terganggunya saluran air benar-benar terjadi saat musim hujan, maka proyek yang seharusnya menjadi solusi pengendalian banjir justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Kini masyarakat menunggu jawaban dari pihak pelaksana dan instansi terkait: apakah normalisasi Sungai Klowang benar-benar dirancang untuk memberikan perlindungan jangka panjang bagi warga, atau hanya sebatas pengerukan yang hasilnya kembali rusak ketika hujan datang?

Pewarta:Ulum

About the Author

Redaksi

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Dikenal “Upin dan Ipin”, Dua Saudara Kembar Asal Kwanyar Kompak Edarkan Sabu Dibekuk Satresnarkoba Polres Bangkalan
Next: LIRA Bangkalan Tantang Bea Cukai Buka Data, Bongkar Dugaan Jaringan Rokok Ilegal di Madura

Related Stories

IMG-20260925-WA0110
  • Nasional

DUGAAN ILEGAL PENIMBUNAN SUNGAI DI RSUD PAMEKASAN: KETIKA SEMUA PIHAK MEMILIH DIAM

Redaksi Oktober 6, 2026
IMG-20261005-WA0149
  • Nasional

Kontes Bonsai PPBI Pamekasan Tuai Keluhan, Peserta Soroti Keamanan dan Penataan Panitia

Redaksi Oktober 5, 2026
IMG-20261005-WA0075
  • Nasional

HUT TNI ke-81, Ketua PRKB Sampang Ajak Pemuda Perkuat Sinergi

Redaksi Oktober 5, 2026

Trending News

SATPAS PROTOTYPE POLRES MALANG DIPERKUAT, PELAYANAN RAMAH, INKLUSIF, UNTUK SEMUA LAPISAN MASYARAKAT IMG-20261009-WA0006 1
  • Pemerintahan

SATPAS PROTOTYPE POLRES MALANG DIPERKUAT, PELAYANAN RAMAH, INKLUSIF, UNTUK SEMUA LAPISAN MASYARAKAT

Redaksi Oktober 9, 2026
Perbaikan Kabel Melelet Berujung Listrik Padam, Warga Tak Tahu Ke Mana Mengadu — Perangkat Desa Terpaksa Keluarkan Biaya Sendiri IMG-20261008-WA0017 2
  • Peristiwa

Perbaikan Kabel Melelet Berujung Listrik Padam, Warga Tak Tahu Ke Mana Mengadu — Perangkat Desa Terpaksa Keluarkan Biaya Sendiri

Redaksi Oktober 8, 2026
Perkara Bakar-Bakar di Kota Batu Akhirnya Padam di Polres IMG-20261008-WA0015 3
  • Tni-polri

Perkara Bakar-Bakar di Kota Batu Akhirnya Padam di Polres

Redaksi Oktober 8, 2026
Wujudkan ‘Zero Narkoba’, Polres Blitar Kota Ungkap Sejumlah Kasus Narkotika dan Amankan Tersangka Pengedar IMG-20261008-WA0002 4
  • Hukum
  • Kriminal

Wujudkan ‘Zero Narkoba’, Polres Blitar Kota Ungkap Sejumlah Kasus Narkotika dan Amankan Tersangka Pengedar

Redaksi Oktober 8, 2026
Polres Kediri Bongkar Dua Kasus Kematian Bayi, 4 Tersangka Diamankan IMG-20261008-WA0001 5
  • Hukum
  • Kriminal

Polres Kediri Bongkar Dua Kasus Kematian Bayi, 4 Tersangka Diamankan

Redaksi Oktober 8, 2026

You May Have Missed

IMG-20261009-WA0006
  • Pemerintahan

SATPAS PROTOTYPE POLRES MALANG DIPERKUAT, PELAYANAN RAMAH, INKLUSIF, UNTUK SEMUA LAPISAN MASYARAKAT

Redaksi Oktober 9, 2026
IMG-20261008-WA0017
  • Peristiwa

Perbaikan Kabel Melelet Berujung Listrik Padam, Warga Tak Tahu Ke Mana Mengadu — Perangkat Desa Terpaksa Keluarkan Biaya Sendiri

Redaksi Oktober 8, 2026
IMG-20261008-WA0015
  • Tni-polri

Perkara Bakar-Bakar di Kota Batu Akhirnya Padam di Polres

Redaksi Oktober 8, 2026
IMG-20261008-WA0002
  • Hukum
  • Kriminal

Wujudkan ‘Zero Narkoba’, Polres Blitar Kota Ungkap Sejumlah Kasus Narkotika dan Amankan Tersangka Pengedar

Redaksi Oktober 8, 2026

Gerak Nusantara

Gerak Nusantara Menyapa tidak menerima pungli dan setiap anggota di berikan Kartu Tanda Identitas dan kartu tugas liputan Kami berdiri dengan kebenaran dan kejujuran dalam menyampaikan segala kebenaran menuju Indoneisa Emas

  • Home
  • Kebijakan Media Siber
  • Redaksi