Logo
Pemerintahan

Bupati Pamekasan Tegaskan: Penyambutan Valen Harus Tertib dan Bernuansa Religius!

30 Dec 2025 Admin 492 views
Bupati Pamekasan Tegaskan: Penyambutan Valen Harus Tertib dan Bernuansa Religius!
Jurnalis: ulum Pamekasan,GerakNusantara.id - Bupati Pamekasan akhirnya memberikan arahan terkait rencana penyambutan Valen, runner-up Dangdut Academy 7 (DA7), yang dijadwalkan tiba di Pamekasan pada 1 Januari mendatang. Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak melarang penyambutan tersebut, namun menekankan pentingnya mematuhi kesepakatan bersama antara ulama dan tokoh masyarakat. Menurut Bupati, penyambutan yang tidak terkoordinasi dengan baik berpotensi menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah memilih untuk terlibat aktif dalam mengatur kegiatan tersebut agar berjalan tertib dan menghindari potensi gesekan. "Sebenarnya, jika kami menyerahkan sepenuhnya, mungkin lebih mudah. Tidak ada potensi gesekan dengan masyarakat, ormas, tokoh, dan ulama. Namun, jika penyambutan diambil alih oleh pihak lain dan ternyata ada konser, situasinya justru akan semakin sulit," ujarnya pada Senin (30/12/2025). Bupati mengungkapkan bahwa Valen telah mengonfirmasi kepulangannya ke Pamekasan pada 1 Januari. Menanggapi hal ini, ia mengaku telah menjalin komunikasi langsung dengan para ulama, termasuk perwakilan FPI, untuk memastikan penyambutan tetap selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal. "Intinya satu, selama tidak melanggar 11 poin kesepakatan MUI, penyambutan diperbolehkan. Salah satu poin penting adalah tidak boleh ada penyanyi wanita dewasa yang tampil berlebihan," tegasnya. Mengenai lokasi, Bupati menilai stadion atau halaman terbuka lebih ideal dibandingkan Arek Lancor. Selain keterbatasan lahan parkir, lokasi tersebut juga dinilai terlalu dekat dengan Masjid Agung dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyambut Valen dengan tertib dan tidak terbawa euforia berlebihan. Konsep acara, lanjutnya, akan diatur agar bernuansa religius dan mencerminkan karakter Madura. "Nanti bisa ada yel-yel secukupnya, lalu diarahkan untuk duduk sesuai kelompok masing-masing. Acara pembukaan bisa diawali dengan pembacaan Al-Fatihah, tilawah Al-Qur'an, dan sambutan-sambutan. Jika ada permintaan dari Valen untuk bernyanyi, silakan, tetapi lagunya harus yang menyentuh jiwa," tambahnya. Meskipun demikian, Bupati menegaskan bahwa seluruh konsep acara masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi. Yang terpenting, menurutnya, penyambutan Valen harus menjadi momentum kebanggaan daerah tanpa mengorbankan ketertiban sosial.

Komentar

Home Lowongan Tentang Redaksi

Kategori