Pamekasan,GerakNusantara.id – Kegiatan santunan anak yatim dan lanjut usia (lansia) mewarnai rangkaian acara Traditional Culture dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke 496. Kegiatan tersebut digelar di kawasan Monumen Arek Lancor, Pamekasan, pada Minggu malam, 25 Oktober 2026, sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus upaya menghidupkan kegiatan budaya dan ekonomi masyarakat.
Acara ini mendapat dukungan dari sejumlah tokoh dan organisasi, di antaranya Ketua DKP ( Dewan Kesenian Pamekasan ), Arief Wibisono, Ketua HIPMI Pamekasan, Achmad Kusairi, serta Ketua AJP (Aliansi Jurnalis Pamekasan ), Khairul Umam. Sejumlah komunitas dan peserta perkerisan dari luar daerah, termasuk Jember, Pasuruan, Lumajang, Probolinggo, Bangkalan, Sampang, dan Sumenep, turut memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Arief Wibisono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan. Ia berharap acara tersebut menjadi langkah awal untuk membangun ruang kegiatan positif yang tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat kecil.
Menurutnya, kegiatan sosial dan budaya perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara itu, Khairul Umam berharap kegiatan Traditional Culture dapat menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender kegiatan Kabupaten Pamekasan setiap Oktober. Ia juga mengusulkan agar pelaksanaan ke depan dirancang lebih matang, profesional, dan melibatkan lebih banyak komunitas.
Khairul turut mengingatkan pentingnya mengenang tokoh putra daerah M Tabrani, yang dikenal sebagai salah satu penggagas bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Menurutnya, semangat persatuan dan kebangsaan tersebut perlu diwujudkan melalui kegiatan yang mempererat hubungan antarmasyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari doa dan dukungan anak-anak yatim yang hadir. Karena itu, ia berharap seluruh pihak tetap menjaga semangat kebersamaan agar kegiatan sosial serupa dapat terus terlaksana.
Di sisi lain, Ketua HIPMI Pamekasan, Achmad Kusairi, menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi positif antara pemuda, organisasi sosial, komunitas budaya, dan pelaku UMKM dalam membangun daerah.
Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Pamekasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dan organisasi. Melalui kegiatan seperti ini, pelaku UMKM diharapkan turut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat dan kegiatan budaya.
Menurutnya, ekosistem ekonomi daerah harus dijaga bersama agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan kelompok tertentu, tetapi juga menjangkau masyarakat kecil.
Penyelenggaraan santunan ini menjadi bagian dari upaya memadukan kepedulian sosial dengan pelestarian budaya lokal. Kehadiran anak-anak yatim dan lansia di tengah rangkaian kegiatan menjadi pengingat bahwa peringatan hari jadi daerah bukan sekadar seremoni, melainkan juga momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Panitia berharap kegiatan Traditional Culture dapat terus berkembang menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat, komunitas budaya, pemuda, dan pelaku UMKM, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial dan perekonomian Kabupaten Pamekasan.
Melalui kegiatan ini, semangat Hari Jadi Pamekasan diharapkan tidak hanya terasa dalam perayaan budaya, tetapi juga hadir dalam aksi nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pewarta:Ulum


