Malang,GerakNusantara.id – Sebuah ruang musyawarah sederhana di tingkat Rukun Tetangga (RT) kini menjadi titik tolak perubahan tata kelola kota yang diakui secara nasional. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, resmi meraih penghargaan bergengsi Pemimpin Daerah Awards 2026 dalam kategori Pelayanan Publik Terbaik berkat program unggulan “RT Berkelas”. Penghargaan ini bukan sekadar validasi administratif, melainkan pengakuan atas keberhasilan mengubah warga dari objek pasif kebijakan menjadi perencana pembangunan yang berdaulat.sabtu 29 Agustus 2026
Program RT Berkelas hadir sebagai antitesis terhadap model pembangunan top-down yang selama ini mendominasi birokrasi pemerintahan daerah. Melalui mekanisme perencanaan partisipatif murni, setiap keputusan penggunaan anggaran digali langsung dari aspirasi warga di level akar rumput. Proses musyawarah di tingkat RT tidak hanya berfungsi sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai instrumen akuntabilitas sosial yang memastikan transparansi alokasi dana hingga tahap pelaksanaan fisik.
“Kami percaya bahwa solusi terbaik untuk masalah permukiman tidak selalu ditemukan di balik meja pejabat, melainkan di teras rumah warga yang memahami betul denyut nadi lingkungannya,” ungkap Wahyu Hidayat saat menerima penghargaan tersebut. Ia menekankan bahwa esensi RT Berkelas adalah mengembalikan marwah demokrasi deliberatif, di mana negara hadir bukan sebagai pemberi perintah, melainkan sebagai fasilitator yang menghormati kearifan lokal dan kapasitas komunitas.
Dewan Juri Pemimpin Daerah Awards 2026 menilai RT Berkelas sebagai inovasi pelayanan publik yang paling berdampak karena mampu menjawab paradoks klasik pembangunan perkotaan: kesenjangan antara rencana teknis pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat. Program ini dinilai berhasil menciptakan ekosistem kolaboratif yang memperkuat modal sosial sekaligus meningkatkan efisiensi belanja daerah melalui presisi prioritas yang ditetapkan oleh warga sendiri.
Prestasi nasional ini menjadi tonggak penting bagi Pemkot Malang untuk mengonsolidasikan capaian RT Berkelas ke seluruh wilayah kota. Ke depan, program ini akan diintegrasikan dengan sistem digitalisasi kelurahan untuk memperluas cakupan partisipasi tanpa mengurangi kedalaman proses musyawarah tatap muka. Dengan demikian, warisan kepemimpinan Wahyu Hidayat tidak hanya berupa piala penghargaan, melainkan fondasi budaya politik baru yang menempatkan warga sebagai arsitek utama pembangunan kotanya sendiri.
Pewarta:Aldo35


