
Bondowoso,GerakNusantara.id – Kunjungan kerja Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si. bukan sekadar agenda pembinaan rutin satuan. Momen ini menjadi wadah penyampaian pesan strategis: Prajurit TNI harus hadir sebagai jawaban nyata atas tantangan zaman, mulai dari cuaca ekstrem, ketahanan pangan, hingga kebutuhan masyarakat luas.
Menghadapi dinamika global yang kompleks, Panglima menegaskan prajurit tak hanya dituntut tangguh di medan militer, namun juga peka terhadap realitas sosial. Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah—menyebabkan krisis air, risiko kebakaran hutan dan lahan—serta isu ketahanan pangan dan energi, menuntut kehadiran TNI yang aktif dan bermanfaat.
“Prajurit harus memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan air, bencana, maupun persoalan sosial lainnya, TNI harus hadir memberikan solusi dan membantu masyarakat. Kehadiran prajurit harus selalu memberikan manfaat,” tegas Mayjen TNI Primadi dalam arahannya di hadapan jajaran, Kamis (27/8).

Ia mengingatkan bahwa tugas negara kini bersifat lintas sektor; profesionalisme militer harus beriringan dengan kepedulian terhadap nasib bangsa di tengah berbagai perubahan yg iklim dan keterbatasan sumber daya.
Tak hanya soal pengabdian kepada masyarakat, Panglima juga menyoroti kesejahteraan prajurit sebagai fondasi kekuatan satuan. Kenaikan tunjangan kinerja yang telah disepakati disebutnya sebagai bukti perhatian negara sekaligus buah dari komitmen bersama menjaga integritas.
“Alhamdulillah kesejahteraan prajurit mendapat perhatian yaitu peningkatan tunjangan kinerja. Salah satunya tidak terlepas dari upaya dan kerja keras kita bersama dalam mewujudkan satuan yang berintegritas melalui predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Manfaatkan dengan baik, kelola dengan bijak, dan jadikan sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan kinerja,” ujarnya penuh apresiasi.
Di penghujung arahan, Panglima dan juga mengingatkan prajurit beserta Persit untuk memegang teguh etika di ruang digital. Penggunaan media sosial harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab: tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya, menjaga sopan santun, serta melindungi nama baik pribadi maupun keluarga besar TNI.
“Media sosial adalah ruang publik. Gunakan dengan bijak, karena apa yang disampaikan dapat mencerminkan karakter pribadi dan keluarga besar TNI,” pesannya menggetarkan hati.
Dengan semangat persatuan dan kesiapan menghadapi segala tantangan, kunjungan kerja ini menegaskan tekad Divisi Infanteri 2 Kostrad untuk senantiasa menjadi garda terdepan yang tangguh, bersih, dan selalu menjadi harapan masyarakat di saat yang sulit maupun damai.
Pewarta:Aldo35


