Pamekasan,GerakNusantara.id – Di tengah kehidupan yang kerap melupakan mereka yang lemah dan terpinggirkan, LSM RIAR JATIM hadir bukan sekadar menyambangi, melainkan benar-benar menyentuh dan memperdulikan nasib mereka yang hidup sebatangkara dan miskin.
Ketua Umum DPP LSM RIAR JATIM Zainudin hadir langsung di lokasi, didampingi Daman Huri, SH selaku Humas RIAR JATIM Kecamatan Proppo.
Sesampainya di Dusun Tengah, Desa Billa’an, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, pemandangan yang menyentuh hati terlihat jelas. Di belakang rumahnya, duduk Buk Hawa seorang diri, menyendiri seakan sedang merenungi perjalanan hidupnya yang penuh keterbatasan.
Matanya menerawang jauh, tak ada arah yang dituju — seakan beban kesendirian dan kemiskinan itu tertampahkan di sana.
Buk Hawa hidup sebatangkara. Tidak ada suami, tidak ada anak, tidak ada sanak keluarga yang mendampingi atau merawatnya. Setiap hari ia lalui seorang diri, menanggung segala susah dan senang sendirian.
Kondisi tempat tinggalnya sungguh memprihatinkan. Rumah yang dihuninya jauh dari kata layak huni. Dinding dan lantai sudah menua, terlihat rapuh, belum tentu mampu melindungi sepenuhnya dari panas maupun hujan. Belum lagi tempat mandi yang digunakan — hanya berupa wadah yang sudah usang, tanpa sekat, tanpa tabir. Sama sekali tidak ada privasi, sungguh memilukan hati siapa pun yang melihatnya.

“Kehadiran kami di sini bukan sekadar memberi bantuan materi, melainkan ingin menunjukkan bahwa beliau tidak sendirian. Masih ada yang peduli,” ujar Zainudin, selaku Ketua Umum DPP LSM RIAR JATIM. “Melihat beliau duduk menyendiri begitu, mata menerawang tanpa tujuan — sungguh tak pantas dibiarkan. Seorang ibu, seorang perempuan lanjut usia, seharusnya hidup tenang, bukan menanggung kesepian begini.”
LSM RIAR JATIM berharap kisah Buk Hawa ini dapat menggerakkan hati semua pihak, baik pemerintah setempat maupun warga sekitar, agar turut memperhatikan nasib warga yang lemah seperti beliau. Tidak seharusnya ada warga yang hidup sebatangkara dalam kemiskinan dan keterbatasan yang memprihatinkan.
“Kami akan terus hadir di tengah mereka yang terabaikan. Kepedulian ini harus terus tumbuh, agar tidak ada lagi warga yang hidup sendirian tanpa perlindungan dan perhatian,” tambah Zainudin.
Semoga langkah kecil ini menjadi awal perhatian yang lebih luas, sehingga Buk Hawa dan mereka yang senasib dapat hidup lebih layak, lebih tenang, dan tidak kesepian lagi.
Pewarta:Rofiqi


