Pamekasan,GerakNusantara.id – Semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan kian terasa. Pameran Keris dan Karya Seni Nusantara resmi dibuka di kawasan Monumen Arek Lancor, berlangsung dari 25 hingga 31 Oktober 2026. Pameran ini digagas dan dikoordinasikan oleh Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) di bawah kepemimpinan Mas Arief Wibisono, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah — Sampang, Sumenep, Jember, hingga kota-kota lainnya.
Salah satu kabar yang paling membanggakan datang dari Stand H — milik Bapak Herman, pedagang batu permata, batu nusantara, dan keris. Di hari-hari awal pameran, pembeli pertamanya justru datang dari jauh: seorang warga negara asal Belanda.
Pengunjung asal Belanda itu bersama istrinya yang berasal dari Desa Buddih, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, tertarik membeli batu pirus. Ia mengambil 10 keping batu pirus, dengan harga Rp100.000 per batu, sehingga total transaksi mencapai Rp1.000.000.
Bapak Herman menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. “Saya sangat senang dan bangga. Pembeli pertama saya langsung dari luar negeri. Semoga ini membawa keberkahan untuk seluruh peserta pameran,” ujarnya.
Pameran ini tak sekadar jual-beli, tetapi juga menjadi ajang pertemuan lintas budaya — di mana keindahan batu nusantara dan keris khas Nusantara dihargai tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh tamu dari mancanegara.
Pameran masih dibuka hingga 31 Oktober 2026. Masyarakat luas dipersilakan berkunjung ke Monumen Arek Lancor untuk melihat langsung kekayaan budaya dan keindahan batu-batu alam dari berbagai penjuru Indonesia.
Pewarta:Ulum


