Tanpa Tempat Tinggal Layak Nenek Renta Tidur Di Emperan Toko,"Dimana Peran Pemerintah...?
21 Dec 2025
•
•
390 views
Jurnalis:Ulum
Pamekasan,GerakNusantara.id – Di tengah hiruk pikuk kota Pamekasan, sebuah ironi kehidupan mencuat: seorang ibu renta bernama Behirah, 80 tahun, terpaksa menghabiskan hari-harinya di emperan toko, menggantungkan hidup pada uluran tangan belas kasihan. Kisah ini bukan sekadar potret kemiskinan, melainkan tamparan keras bagi nurani kita dan pertanyaan besar bagi Pemerintah Daerah: ke mana perginya jaminan kesejahteraan yang seharusnya melindungi para lansia?
Pada Jumat (19/12/2025), Tim dari BNPM DPD Pamekasan, yang dipimpin oleh Ibu Hany dan Ibu Rahmawati Ketua bidang putri BNPM DPD PAMEKASAN bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga Blumbungan. Mereka menemukan Ibu Behirah, seorang wanita yang dulunya bersemangat sebagai pengusaha kecil di kampung halamannya, di Dusun Polay, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, kini berjuang untuk bertahan hidup di jalanan.
"Kami sudah berusaha menghubungi Kepala Desa dan Dinas Sosial, tapi responsnya sangat lambat," ungkap Ibu Hany dengan nada prihatin.
Kisah Ibu Behirah adalah cerminan dari kesenjangan antara idealisme hukum dan realita di lapangan. UUD 1945 Pasal 34 ayat 1 jelas mengamanatkan negara untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar. UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia juga menjamin pelayanan sosial dan kesehatan yang layak bagi para lansia. Namun, mengapa Ibu Behirah harus merasakan pahitnya hidup terlantar di usia senja?
Kurangnya respons cepat dari Pemerintah Daerah menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap masalah kemanusiaan yang mendesak.
Tidur di emperan toko bukan hanya masalah fisik, tetapi juga luka psikologis yang mendalam akibat kehilangan rasa aman dan perlindungan.
Bupati Pamekasan selaku Pemerintah Daerah dan Dinas Sosial segera mengambil tindakan dan segera mengambil langkah-langkah konkret:
"Jemput Bola": Aktif mencari dan mendata lansia rentan di seluruh wilayah Pamekasan.
Memastikan semua lansia yang memenuhi syarat mendapatkan bantuan sosial tanpa hambatan birokrasi.
Memberikan dukungan emosional dan memulihkan rasa percaya diri lansia yang terlantar.
Meningkatkan kerja sama antara pemerintah, organisasi sosial, dan masyarakat untuk menciptakan sistem perlindungan lansia yang efektif.
Kisah Ibu Behirah adalah panggilan jiwa bagi kita semua. Mari kita tunjukkan bahwa Pamekasan tidak hanya kaya akan budaya dan potensi, tetapi juga memiliki hati yang peduli dan siap bertindak untuk melindungi warganya yang sangat membutuhkan uluran tangan utamanya Pemerintah