Logo
Hukum & Kriminal

Polusi Amonia-Metan Limbah Sapi: Warga Tlekung Keluhkan Gangguan Kesehatan & Kenyamanan

10 Jun 2026 Admin 80 views
Polusi Amonia-Metan Limbah Sapi: Warga Tlekung Keluhkan Gangguan Kesehatan & Kenyamanan
Batu,GerakNusantara.id - Bau menyengat campuran gas amonia dan metan dari limbah kotoran sapi menjadi keluhan utama warga RT 06 RW 06 Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Polusi yang terjadi selama bertahun-tahun ini tidak hanya merusak kenyamanan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan penghuni rumah, termasuk orang tua yang sedang sakit. Salah satu warga terdampak, Kharisma, menuturkan limbah kotoran sapi dari peternakan tetangga langsung mengalir masuk ke saluran got tepat di depan rumahnya. Bau yang dihasilkan terasa sangat tajam hingga menusuk hidung, memicu mual, pusing, hingga gangguan pernapasan. “Sudah bertahun-tahun begini. Baunya menyengat sekali sampai terasa masuk ke dalam rumah. Kami tidak berani membuka pintu atau jendela, apalagi kalau ada tamu datang—mereka juga ikut mencium bau tak sedap sampai mual. Yang paling dikhawatirkan, ibu saya yang sedang sakit sering merasa sesak napas karena terhirup bau ini,” ungkapnya kepada awak media, Rabu (10/6/2026). Kondisi makin parah saat tampungan limbah peternakan penuh dan merembes hingga ke tembok halaman rumahnya. Limbah yang dibuang tanpa pengolahan itu tidak hanya memicu polusi udara, tetapi juga berisiko mencemari air tanah dan saluran air umum. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu akhirnya turun tangan melakukan inspeksi mendadak ke lokasi. Hasil pengecekan menemukan peternak setempat mengolah kotoran sapi menjadi biogas, namun pengelolaan air limbahnya tidak memadai dan langsung dialirkan ke saluran umum. “Kajian kami menunjukkan amonia dan metan dalam kadar tinggi bisa mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, hingga menurunkan kualitas hidup. Kami sudah menyarankan agar peternak membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Air bekas pembersihan kandang harus disaring dan dinetralisir dulu, tidak boleh dibuang sembarangan,” tegas Sekretaris DLH Kota Batu, Latif. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Desa Tlekung terkait keluhan warga. Warga berharap ada solusi nyata yang segera diterapkan agar konflik antara kebutuhan usaha peternakan dan hak hidup sehat warga bisa segera teratasi.(Aldo35)

Komentar

Home Lowongan Tentang Redaksi

Kategori