Logo
Seni & Budaya

LAPANGAN GAJAYANA MALANG BERUBAH JADI LAUTAN MANUSIA, PRESIDEN PRABOWO: "SETIAP KALI DI TENGAH NU, SAYA SELALU BAHAGIA"

08 Feb 2026 Admin 448 views
LAPANGAN GAJAYANA MALANG BERUBAH JADI LAUTAN MANUSIA, PRESIDEN PRABOWO: "SETIAP KALI DI TENGAH NU, SAYA SELALU BAHAGIA"
Malang,GerakNusantara.id – Stadion Gajayana penuh sesak oleh ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang berkumpul untuk menyambut peringatan Satu Abad NU di Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu (8/2/2026) pagi. Lebih dari 100 ribu jemaah dari seluruh pelosok negeri memadati tribun dan lapangan, menjadi saksi sejarah perjalanan organisasi yang berdiri sejak 1926. PRESIDEN PRABOWO RASAKAN KESEJUKAN DAN SEMANGAT PERSATUAN Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi puncak acara Mujahadah Kubro. Dalam sambutannya, dia mengungkapkan rasa bahagia dan semangat setiap berada di tengah warga NU. "Setiap kali berada di tengah NU, saya selalu bahagia dan semangat. Saya merasakan kesejukan, getaran hati saudara-saudari sekalian, serta semangat persatuan, guyub, dan kedamaian. Saya juga merasakan harapan atas bangsa negara yang adil," ujarnya. Presiden juga menyebutkan kekuatan luar biasa dari emak-emak NU yang berebut menyapanya, disambut tawa dan tepuk tangan meriah dari jemaah. "Ketika berada di tengah santri, kiai, dan ulama besar, saya jadi lebih berani untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat Indonesia seluruhnya," imbuhnya. Kunjungan Presiden dimulai sejak Sabtu malam (7/2) ketika pesawat kepresidenan mendarat di Lanud Abdulrachman Saleh pukul 18.41 WIB, disambut hujan lebat namun tetap diterima dengan hangat oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). "Kehadiran Kepala Negara adalah simbol sinergi kuat untuk mengawal Indonesia Merdeka menuju peradaban yang lebih mulia," tulis Gus Yahya di media sosial. Didampingi sejumlah menteri termasuk Ketua MPR Ahmad Muzani dan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Presiden Prabowo muncul dari sunroof mobil untuk menyapa jemaah yang antusias. Suasana gegap gempita tercipta dari selawat dan tepuk tangan yang membahana. Harlah ke-100 NU bukan hanya seremoni, melainkan refleksi peran NU sebagai benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gus Yahya menegaskan bahwa NKRI adalah "markas perjuangan" NU untuk membangun peradaban dunia yang lebih baik. Hal ini juga ditegaskan Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz, yang menyatakan bahwa kehadiran jajaran menteri penting menunjukkan negara menempatkan NU sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan nasional. Acara ditutup dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan doa bersama. Ribuan kepala tertunduk khidmat, memohon keselamatan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Peringatan satu abad di Malang menjadi titik tolak baru, setelah puncak peringatan sebelumnya di Istora Senayan Jakarta akhir Januari lalu. Sinergi antara NU dan pemerintah yang terlihat di Stadion Gajayana diharapkan menjadi modal utama Indonesia untuk melangkah ke abad kedua NU dengan kepercayaan diri yang tinggi.(Aldo)

Komentar

Home Lowongan Tentang Redaksi

Kategori