Logo
Pendidikan & pemerintah

KONI Kota Malang: "Tunjukkan prestasi dulu, baru ngomong minta anggaran

14 Mar 2026 Admin 53 views
KONI Kota Malang: "Tunjukkan prestasi dulu, baru ngomong minta anggaran
Malang,GerakNusantara.id – Kabar mengejutkan datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang. Ketua Umumnya, Dr. R. Djoni Sudjatmoko, SE., MM., mengumumkan target ambisius yang membuat publik olahraga terkejut: meraih 222 medali emas pada ajang olahraga yang akan berlangsung mulai April hingga Desember 2027. Angka ini bahkan disebut memberikan sensasi "ngeri-ngeri sedap" bagi pihaknya. Namun, di balik gembar-gembor prestasi tersebut, tersimpan masalah besar yang membuat rencana ini terlihat seperti "misi mustahil". Anggaran Masih Digodok, Prinsip "Tunjuk Prestasi Dulu" Jadi Sorotan Yang paling mencengangkan adalah soal dana. Dr. R. Djoni Sudjatmoko, SE., MM.,mengakui bahwa hingga saat ini, anggaran untuk mendukung persiapan atlet dan pembinaan masih dalam tahap penggodokan. Lebih mengejutkan lagi, ia menegaskan prinsip KONI Kota Malang: "Tunjukkan prestasi dulu, baru ngomong minta anggaran." Pernyataan ini langsung memunculkan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin atlet bisa berprestasi jika fasilitas, pelatihan, dan dukungan dana belum pasti? Tanpa anggaran yang jelas dan segera, target 222 emas dikhawatirkan hanya akan menjadi angin lalu. GEMPAR! Cabor dan Atlet "Tak Berpeluang" Bakal Ditinggalkan? Strategi KONI Kota Malang juga menuai kontroversi panas. Dalam upaya mengejar target, Dr. R. Djoni Sudjatmoko, SE., MM.,mengaku akan menerapkan kebijakan selektif yang sangat ketat. Sumber daya hanya akan difokuskan pada cabang olahraga (Cabor) dan atlet yang dinilai pasti bisa meraih medali. Sementara itu, Cabor atau atlet yang dianggap sulit bersaing atau belum membuktikan diri? Jawabannya tegas: ditinggalkan dan tidak diprioritaskan. "Kalau yang belum membuktikan, iya banyak medali, ya kita tidak bisa," ujar Dr. R. Djoni Sudjatmoko, SE., MM.,blak-blakan. Kebijakan ini memicu kemarahan dan kekhawatiran. Banyak pihak khawatir akan terjadi ketimpangan pembinaan yang parah. Cabor-cabor yang mungkin saat ini masih tertinggal namun memiliki potensi besar di masa depan berisiko terabaikan total, yang justru bisa mematikan perkembangan olahraga di Kota Malang secara menyeluruh. Perang Melawan Surabaya: Malang Akui Kalah di 2027, Target Juara 2031 Persaingan dengan Kota Surabaya juga menjadi sorotan heboh.Dr. R. Djoni Sudjatmoko, SE., MM., dengan jujur mengakui bahwa Surabaya, sebagai tuan rumah, kemungkinan besar tetap akan menjadi juara umum pada ajang 2027. Meski saat ini Malang dan Surabaya sama-sama sudah menembus 100 medali emas, target menyamai di angka 200 lebih bukan tugas mudah. KONI Kota Malang bahkan memasang target baru: menjadi juara umum paling lambat tahun 2031. Ini artinya, Malang mengakui bahwa perjuangan untuk menggeser dominasi Surabaya masih sangat panjang dan berat. Dr. R. Djoni Sudjatmoko, SE., MM.,juga menyinggung sistem pembinaan "by name by address" yang akan dikawal ketat, namun efektivitasnya masih diragukan mengingat masalah anggaran dan sumber daya manusia yang menangani data serta pembinaan prestasi. Di Tengah Ketidakpastian, KONI Gelar Buka Bersama Ironisnya, di tengah serba ketidakpastian ini, KONI Kota Malang baru saja menggelar kegiatan Buka Bersama pada Jumat, 13 Maret 2026, di Kantor KONI Kota Malang. Acara yang dihadiri Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., dan tokoh agama ini bertujuan mempererat silaturahmi. Namun, publik kini menunggu: apakah kebersamaan ini bisa diterjemahkan menjadi solusi nyata untuk mengatasi masalah anggaran dan strategi kontroversial yang berpotensi mematikan olahraga Malang? Target 222 emas, anggaran yang belum ada, dan rencana meninggalkan Cabor tertentu kini menjadi pembicaraan hangat. Apakah ini semangat juang atau hanya gertakan belaka? Warga Kota Malang dan pecinta olahraga menanti bukti nyata.(Aldo)

Komentar

Home Lowongan Tentang Redaksi

Kategori