Jalan Utama Cokroatmojo Penuh Lubang, DPD BNPM PAMEKASAN Lapor Bina Marga
12 Mar 2026
•
Admin
•
28 views
Pamekasan,GerakNusantara.id - Kondisi memprihatinkan melanda salah satu jalan utama penghubung di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, yakni Jalan Cokroatmojo. Sepanjang ruas jalan yang membentang dari pertigaan Pasar Sore ke arah selatan hingga mencapai pertigaan Parteker ini kini dipenuhi dengan ratusan lubang, baik yang berukuran besar maupun kecil. Keadaan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan ancaman keselamatan serius bagi setiap pengguna jalan yang melintas.kamis 12 Maret 2026
Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa para pengendara sepeda motor dan sepeda terpaksa melakukan manuver "siksak" atau berbelok-belok secara tiba-tiba untuk menghindari lubang-lubang yang tersebar di permukaan aspal. Hal ini menjadi sangat berbahaya, terutama bagi pengendara yang tidak mengetahui kondisi jalan atau belum hafal dengan tata letak lubang-lubang tersebut, baik yang datang dari arah timur maupun barat. Jika melaju dengan kecepatan tinggi, risiko untuk terjatuh, mengalami kerusakan pada kendaraan, atau bahkan cedera akibat manuver mendadak sangatlah besar. Yang lebih mengkhawatirkan, titik kerusakan parah ini berjarak hanya sekitar 20 meter dari tikungan jalan, yang secara alami merupakan area di mana pengendara seharusnya sudah mengurangi kecepatan, namun justru dihadapkan pada hambatan fisik yang tak terduga.
Merespons kondisi yang semakin memburuk ini, DPD BNPM (Barisan Nasional Pemuda Madura) Kabupaten Pamekasan mengambil langkah konkret. Pada hari Kamis, 12 April 2026, perwakilan dari organisasi tersebut mendatangi kantor Dinas Bina Marga Pamekasan yang berlokasi di Jl. Jokotole, Rw. 03, Barurambat Kota, Kecamatan Pamekasan, untuk menyampaikan laporan dan aspirasi masyarakat terkait kerusakan jalan tersebut.
Rombongan DPD BNPM Pamekasan yang dipimpin langsung oleh Bapak Ainurrohman selaku Divisi Kebijakan Publik dan Bapak Hasinur dari Divisi Humas, diterima oleh Bapak Tri Gunawan, Kepala Bidang (Kabid) Jalan di Dinas Bina Marga Pamekasan. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana konstruktif untuk membahas solusi atas permasalahan jalan Cokroatmojo yang sudah lama dikeluhkan warga.
Dalam keterangannya kepada awak media setelah pertemuan, Bapak Tri Gunawan membenarkan bahwa kondisi Jalan Cokroatmojo memang sudah menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Namun, ia pun memaparkan sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan yang menghambat proses perbaikan menyeluruh.
"Jalan Cokroatmojo ini sebenarnya sudah menjadi perhatian kita. Kendala yang terjadi di lapangan saat ini dikarenakan adanya pasar yang tumbuh secara liar (sembraut) di area Parteker, serta banyaknya pom bensin mini dan pedagang-pedagang yang menggunakan bahu jalan di sepanjang Jalan Cokroatmojo," jelas Bapak Tri Gunawan.
Lebih lanjut, Kabid Jalan ini menyampaikan kesiapan pihaknya untuk melakukan perbaikan jalan, namun dengan syarat tertentu. "Jika DPD BNPM Pamekasan bisa mengkoordinasikan dengan RT/RW, warga, dan pihak kelurahan terkait agar bahu jalan yang dipakai untuk berjualan bisa dibersihkan atau diatur kembali, maka kami selaku aparatur pemerintah siap memperbarui Jalan Cokroatmojo. Anggaran yang diperkirakan untuk perbaikan jalan ini kurang lebih mencapai 3 miliar rupiah," tegasnya.
Sementara itu, Bapak Ainurrohman, Divisi Kebijakan Publik DPD BNPM Pamekasan, menyampaikan harapannya agar ada tindakan cepat yang dilakukan sebelum perbaikan menyeluruh dapat terealisasi. "Kami berharap adanya tambal sulam sementara di tikungan pertigaan Pasar Sore ke arah selatan agar segera dilakukan. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan dampak buruk akibat jalan yang berlubang," ujar Ainurrohman.
Ainurrohman juga menekankan bahwa kondisi jalan rusak di ruas tersebut merupakan gambaran nyata bahwa pusat jalan utama (mainroad) ini telah menjadi "hotzone" yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat. "Terlebih ketika malam hari, jalan yang rusak ini sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.(Ulum)