Hozeimah Seorang Janda Desa Pegantenan Mengaku Tak Pernah Dapat Bantuan
27 Mar 2026
•
Admin
•
158 views
Pamekasan,GerakNusantara.id – Hozeimah (55 tahun), seorang janda yang tinggal di Dusun Laok Desa Pegantenan Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan, mengaku merasa kecewa dan bingung karena tidak menerima bantuan pemerintah meskipun kondisi ekonomi keluarganya sangat terbatas.
Hoz panggilan akrabnya menjadi janda setelah suaminya meninggal karena sakit. Sejak itu, dia harus bekerja sendirian mencari nafkah berjualan serabutan di pasar 17 Agustus untuk mencukupi kebutuhan anaknya yang masih bersekolah. Pendapatannya yang tidak tetap, kadang mendapat untung Rp 30 ribu per hari dari hasil berjualan di pasar itupun kalau laku, seringkali tidak cukup untuk membeli makanan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anak.
Hozeimah setelah di konfirmasi oleh awak media Gerak Nusantara.id, Jumat (27/3/2026) di jalan trotoar sebelah timur pasar 17 Agustus sambil merangkai ketupat untuk di jual ia menyampaikan "Saya sudah mendaftarkan untuk berbagai program bantuan pemerintah, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, hingga kartu prakerja. Tapi sampai saat ini, nama saya tidak pernah muncul untuk terima bantuan" ujar Hozeimah dengan suara penuh kesedihan.
Menurut Hozeimah, dia telah mengikuti semua prosedur yang ditentukan, menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan seperti kartu keluarga, akta kematian suami, Namun, hingga saat ini belum mendapat bantuan, mungkin ada persyaratan yang kurang entah bagaimana saya tidak mengerti.
"Saya melihat tetangga-tetangga yang kondisinya tidak jauh berbeda bahkan lebih baik dari saya bisa mendapatkan bantuan. Saya tidak mengerti apa salah saya. Anak-anak saya seringkali harus makan hanya nasi dengan lauk sederhana karena saya tidak punya cukup uang," tambahnya.(Rofiqi)