Pamekasan,GerakNusantara.id –Semangat menumbuhkan kecintaan terhadap sholawat sekaligus mempererat persaudaraan antarpemuda Madura diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Al-Banjari Habsi Se-Madura yang digelar oleh Remaja Masjid Pademawu Timur, Kabupaten Pamekasan.
Mengusung tema “Dari Masjid Membangun Desa Bersama Pemuda Menuju Taqwa”, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar para pemuda untuk menghidupkan suasana religius, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan positif di lingkungan masyarakat.
Ketua pelaksana festival, Imam Junaidi, S.Pd., didampingi Penasehat Ainur Rahman, S.H., dan Pembina Umum Kepala Desa Pademawu Timur, Jumaati Elisusanti, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut lahir dari keinginan untuk terus mendengungkan sholawat dan membangun semangat kebangsaan serta kerukunan di kalangan pemuda.
Imam Junaidi menjelaskan, penyelenggaraan festival memiliki beberapa tujuan utama, salah satunya menghadirkan lantunan sholawat di tengah masyarakat, khususnya dalam suasana bulan yang masih kental dengan kegiatan sholawat.
“Pertama ingin mendengungkan sholawat di bulan yang bisa dikatakan masih bulan sholawat. Kedua, ingin menghidupkan gairah berkebangsaan serta kerukunan antar pemuda. Sehingga muncul inisiatif lomba Festival Al-Banjari Se-Madura ini,” ungkapnya.
Menurutnya, festival tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni musik Islami, tetapi juga ruang silaturahmi dan wadah bagi pemuda untuk menyalurkan bakat serta mengembangkan kegiatan yang bermanfaat.
Tema “Dari Masjid Membangun Desa Bersama Pemuda Menuju Taqwa” dipilih sebagai gambaran harapan Remaja Masjid Pademawu Timur agar generasi muda dapat berperan aktif dalam membangun lingkungan melalui kegiatan keagamaan dan sosial.
Tema ini merupakan perwujudan dari harapan dan ikhtiar Remaja Masjid Pademawu Timur agar pemuda yang tergabung di dalamnya mampu menghidupkan ukhuwah Islamiyah dan semangat aktif berperan dalam hal positif untuk lingkungan sekitar,” jelasnya.
Diikuti 25 Tim dari Berbagai Daerah
Dari sisi persiapan, panitia menyampaikan bahwa seluruh rangkaian persiapan festival berjalan lancar. Hingga batas waktu pendaftaran ditutup, tercatat sebanyak 25 tim peserta yang mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi Al-Banjari Habsi Se-Madura.
Kegiatan tersebut turut mengundang berbagai unsur masyarakat, di antaranya tokoh masyarakat, Aparatur Pemerintah Kecamatan (APH), camat, komandan Koramil, serta elemen masyarakat umum.
Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya kebersamaan dan memperkuat hubungan antara pemuda, pemerintah, serta masyarakat.
Dalam menghadapi perlombaan, peserta menyatakan telah melakukan persiapan secara maksimal, terutama melalui latihan vokal dan peningkatan keterampilan bermusik agar dapat memberikan penampilan terbaik.
Harapan mereka, festival ini dapat menjadi langkah nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga kecintaan terhadap sholawat dan sunnah Rasulullah SAW terus terjaga.
Panitia Berharap Festival Berkelanjutan Setiap Tahun
Ketua pelaksana Imam Junaidi berharap kegiatan Festival Al-Banjari Habsi Se-Madura dapat terus diselenggarakan secara konsisten setiap tahun, bahkan berkembang dengan jangkauan peserta dan skala yang lebih besar.
Semoga saja acara yang positif ini bisa konsisten terselenggara setiap tahun, bahkan lebih lebar lagi. Besar harapan bagi pengurus Remas agar tetap istiqomah dan terus aktif membangun desa,” harapnya.
Festival Al-Banjari Habsi Se-Madura tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda. Melalui lantunan sholawat, seni Islami, dan semangat kebersamaan, para pemuda didorong untuk terus mengambil bagian dalam kegiatan positif yang mendukung kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Dari masjid, pemuda bergerak. Dari sholawat, persaudaraan diperkuat. Dari desa, semangat membangun Madura dihidupkan.
Pewarta:Ulum


