Jakarta,GerakNusantara.id – Di tengah situasi Ibu Kota yang memanas, penuh ketegangan, serta tekanan berlapis yang datang dari berbagai arah, Kombes.Pol. Budi Hermanto atau yang akrab disapa Buher, tetap berdiri tegak tanpa bergeming. Menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, ia membuktikan diri sebagai sosok yang tenang, jernih pikirannya, dan memikul tanggung jawab besar tanpa secercah keraguan, meski beban di pundak terasa amat berat.Senin 31 Agustus 2026
Sebagai wajah dan suara resmi kepolisian di tengah badai isu, Buher dihadapkan pada tuntutan kerja yang luar biasa: harus cepat merespons, harus tepat setiap pernyataan, terukur dalam langkah, dan mutlak tidak boleh salah bicara sedikitpun. Ujian terbesar datang lewat sorotan tajam publik terkait isu pemblokiran rekening AMPB yang sempat memicu keributan di ruang publik maupun media sosial. Namun, ia tidak bereaksi dengan emosi maupun main tuduh sembarangan. Buher melangkah tegas namun berdasar: kebijakan penundaan akses rekening itu diambil murni demi kepentingan penelusuran fakta yang teliti, guna menelusuri aliran dana secara jelas, utuh, dan akurat demi kebenaran yang nyata.
Rekam jejak ketegasan Buher tercatat jelas dalam kronologi peristiwa yang berlangsung beruntun:
– Tanggal 27 Agustus 2026: Aksi demonstrasi berujung ricuh dan memanas di sejumlah titik Jakarta;
– Tanggal 28 Agustus Pagi: Isu pemblokiran rekening meletus dan menjadi sorotan luas;
– Tanggal 28 Agustus Sore: Buher hadir memberikan klarifikasi lugas, mengedepankan data dan prosedur, bukan asumsi;
– Tanggal 29 Agustus: Meski tekanan memuncak, ia tetap terbuka, sigap menjawab segala pertanyaan wartawan, serta menjaga keamanan dan transparansi informasi bagi masyarakat luas.
Meski panggung sedang panas, serangan narasi berdatangan, dan situasi cenderung tidak bersahabat, Buher tidak tergoyahkan. Ia tetap mempertahankan sikap profesional yang dingin, bicaranya teratur, dan terbuka mendengar segala pertanyaan kritis. Ini adalah bukti nyata integritas yang kokoh: mampu berdiri tegak di tengah badai, menjaga kepercayaan publik, dan tidak membiarkan kebenaran tergerus oleh keadaan maupun kepentingan sesaat.
Buher membuktikan kepada seluruh masyarakat: pelayan negara dan penegak hukum haruslah berwatak kokoh, berpikir jernih, berani memegang amanah, dan tetap setia pada prinsip keadilan di saat yang paling sulit sekalipun. Ia tidak sekadar bicara, melainkan mewujudkan ketangguhan dan kejujuran yang menjadi benteng kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Pewarta:Aldo35


