Malang,GerakNusantara.id – Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, benar-benar “meledak” dalam kemeriahan! Gelaran Spektakuler Sengguruh 2026 sukses mengubah jalanan desa menjadi panggung budaya raksasa yang memukau ribuan penonton. Bertajuk “Bersatu, Desa Maju!”, karnaval ini bukan sekadar parade, melainkan pesta kolaborasi antara 10 dusun, 23 RT, 3 RW, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen warga yang menyatukan hati demi merayakan kemerdekaan RI ke-81.
Yang bikin merinding sekaligus bangga, kontingen Topeng Bapang Malangan tampil spektakuler sebagai ikon budaya lokal yang dijaga turun-temurun. Tarian khas ini bukan hanya tontonan, tapi simbol ketahanan identitas desa di tengah arus modernisasi. Sementara itu, siswa-siswi MIBilingual Al-Ikhlas menampilkan konsep unik “Sekolah Berbasis Alam dan Inklusi”, membuktikan bahwa pendidikan ramah lingkungan dan inklusif bisa tetap keren dan menghibur!
Tak kalah seru, SMP Negeri 5 Kepanjen hadir dengan tema “Merawat Jati Diri Bangsa: Kolaborasi dan Kreativitas Warga”. Mereka membawa pesan kuat bahwa belajar tidak harus di kelas—di tengah semarak karnaval pun, nilai-nilai kebangsaan dan gotong royong bisa diserap dengan cara yang paling asyik. Kontingen lain seperti Putih Hati Takulera, Guruh 2026, dan Putih Hati Tataba juga unjuk gigi dengan semangat “Ceria Kreatif, Berakhlak Mulia”, membuat suasana makin hidup dan penuh warna.

Kepala Desa Sengguruh menyampaikan rasa bangganya lewat pesan singkat namun bermakna: “Sayap Emas untuk Negeri.” Ungkapan ini menggambarkan harapan agar kreativitas warga Sengguruh terus terbang tinggi, membawa nama desa ke level nasional bahkan internasional, tanpa melupakan akar budaya dan nilai kebersamaan.
Persiapan matang dari seluruh lapisan masyarakat—mulai dari latihan rutin, pembuatan properti daur ulang, hingga koordinasi lintas lembaga—menjadi kunci kesuksesan acara ini. Spektakuler Sengguruh 2026 membuktikan bahwa ketika warga bersatu, kreativitas mereka mampu menciptakan momen yang meriah, kreatif, dan penuh makna.
Bagi masyarakat Sengguruh, karnaval ini lebih dari sekadar hiburan. Ini adalah bukti nyata bahwa desa mereka punya “sayap emas”: kombinasi budaya lokal yang autentik, pendidikan yang progresif, dan semangat gotong royong yang tak lekang oleh waktu. Selamat merayakan kemerdekaan, Sengguruh! Tahun depan, kita buat lagi yang lebih epik!
Pewarta:Aldo35


