
Pamekasan,GerakNusantara.id – Warung Kopi Atmari di Jalan Bugadan, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, tidak hanya menjadi tempat menikmati secangkir kopi, tetapi juga telah berkembang menjadi pusat silaturahmi dan transaksi batu akik yang telah bertahan selama lebih dari dua dekade.
Jumat,7/8/26.Setiap hari, terutama sejak pagi hingga sore, warung ini dipadati para pedagang batu akik, kolektor, penghobi, hingga pedagang keris dan barang-barang antik maupun bekas seperti arloji, sepatu, jaket kulit, dan berbagai koleksi lainnya ujar “bapak atmari “yang mempunyai warung
Mereka datang dari berbagai wilayah di Pamekasan dan sekitarnya untuk bertemu, berdiskusi, sekaligus bertransaksi.tegasnya
Tradisi berkumpul di Warung Kopi Atmari telah berlangsung sejak tahun 1999. Awalnya warung ini berada di dekat Kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Setelah berpindah lokasi sebanyak tiga kali, kini Warung Kopi Atmari menetap di kediaman pemiliknya yang berada di dekat Makam Bujuk Bulengan, Jalan Bugadan, Kelurahan Bugih.
Selain menjadi tempat jual beli batu akik, warung ini juga berfungsi sebagai ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar dunia batu mulia. Para pedagang biasanya menggelar koleksi batu akik di atas meja, kemudian berdiskusi mengenai kualitas batu, asal-usul, teknik perawatan, hingga melakukan tawar-menawar dengan suasana santai.
Suasana yang akrab dipadukan dengan harga minuman yang terjangkau, mulai Rp3.000 hingga Rp5.000 per cangkir kopi, menjadi daya tarik tersendiri. Warung ini juga menyediakan teh, jahe susu, serta aneka mi untuk menemani para pengunjung yang menghabiskan waktu berjam-jam di lokasi.
Keberadaan Warung Kopi Atmari menjadi bukti bahwa sebuah warung kopi dapat memiliki fungsi sosial dan ekonomi sekaligus. Di tengah semakin berkurangnya ruang berkumpul komunitas, warung ini tetap eksis sebagai tempat mempererat persaudaraan, memperluas jaringan usaha, sekaligus melestarikan budaya jual beli batu akik yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pamekasan.
“Di sini kita bukan cuma jualan, tapi juga nyambung silaturahmi. Kopi satu, rezeki ngalir, saudara nambah,” ujar salah seorang pedagang batu akik “Sahid” yang rutin berkumpul di Warung Kopi Atmari.( Ulum)


