jurnalis:Wahyu
Tulungagung,GerakNusantara.id – Penampilan spektakuler Tim Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung sukses mengguncang panggung Gerak Jalan Kreasi Napak Tilas Boyongan Kadipaten Ngrowo 2025. Ribuan pasang mata seakan terhipnotis saat karya dahsyat bertajuk “Jurus Bonorowo Sakti” ditampilkan, berupa kolaborasi memukau yang memadukan ketangkasan pencak silat dengan keanggunan gerak tari khas Tulungagung. Harmoni seni, olahraga, dan budaya itu menjelma menjadi pertunjukan penuh energi dan sarat makna.
Tak hanya memanjakan visual, kreasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen Dinas Pendidikan dalam membina dan mengembangkan potensi generasi muda melalui jalur seni dan olahraga. Bukan sekadar tampil, tim ini membawa pesan kuat mengenai tekad memajukan prestasi peserta didik demi mengharumkan nama Tulungagung.
Upaya itu pun berbuah manis. Melalui pengumuman resmi dewan juri pada 25 November 2025, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung ditetapkan sebagai Penyaji Terbaik Non-Rangking, bersama lima instansi lain, yakni Perwosi Kabupaten Tulungagung, Pengadilan Negeri Tulungagung, Dinas Kesehatan, Badan Pendapatan Daerah, serta RSUD dr. Iskak.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Rahadi Puspita Bintara, S.E., M.Si., mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas raihan ini,” ujar Rahadi, yang akrab disapa Pipit, dengan penuh optimisme.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pelatih, guru, pegawai, serta para penampil yang telah bekerja keras menciptakan kolaborasi terbaik untuk ajang budaya tahunan tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, S.STP., M.M., menegaskan bahwa proses penjurian berlangsung sangat ketat dan profesional. Sejumlah aspek menjadi indikator utama, mulai kreativitas, koreografi, kostum, kekompakan, hingga kesesuaian dengan tema Napak Tilas Boyongan Kadipaten Ngrowo dan peringatan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung.
“Selamat kepada enam instansi yang lolos sebagai penyaji terbaik dalam ajang bergengsi ini,” ujar Mugiyono, yang akrab disapa Mamat.
Momentum ini semakin menegaskan peran Dinas Pendidikan Tulungagung bukan hanya sebagai motor penggerak dunia pendidikan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam pelestarian seni, budaya, dan identitas daerah.
Sebagai salah satu dari enam instansi yang berhasil meraih kategori penyaji terbaik tahun ini, Dinas Pendidikan kembali membuktikan diri sebagai OPD yang konsisten menorehkan prestasi dan ikut mengangkat nama Kabupaten Tulungagung di berbagai ajang.
Dengan capaian tersebut, Dinas Pendidikan Tulungagung tidak sekadar hadir di panggung. Mereka menegaskan diri sebagai penggerak budaya, penjaga tradisi, sekaligus pilar prestasi daerah.



























