red
Jakarta,GerakNusantara.id – Sebuah ledakan terjadi di masjid SMA Negeri 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara,
Dari informasi yang dihimpun suasana mendadak berubah menjadi kepanikan setelah terjadi ledakan di area sekolah, sekitar pukul 12.15 WIB.
Menurut informasi awal yang dihimpun, sejumlah siswa mengalami luka ringan hingga sedang.
Mereka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak kepolisian sektor setempat bersama Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) langsung datang ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Area sekolah kini disterilkan dan dipasang garis pembatas.
Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan benda-benda yang diduga terkait material peledak serta beberapa perlengkapan lain yang masih dalam penyelidikan.
Namun, polisi menegaskan bahwa identifikasi jenis dan sumber ledakan masih dalam tahap pendalaman.
Saksi menyebut ada orang tidak dikenal masuk saat khatib berkhutbah.

Ditemukan Senjata Api Di Lokasi Ledakan
Di lokasi kejadian juga ditemukan senjata api jenis SS2-V4 dan pistol jenis revolver. Ada tulisan ‘Welcome To Hell’ di senjata api jenis SS2-V4 tersebut.
Senjata api jenis SS2 adalah senapan serbu buatan PT Pindad yang merupakan generasi kedua penerus SS1, menggunakan kaliber 5,56×45 mm NATO.
Senapan ini memiliki desain yang lebih ergonomis dan akurasi yang lebih baik, serta tersedia dalam berbagai varian seperti SS2-V1, SS2-V2, SS2-V4, dan SS2-V5, yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda untuk berbagai medan pertempuran.
Pihak kepolisian sektor setempat bersama Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) langsung datang ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Lokasi ledakan tepatnya berada di masjid dekat halaman sekolah di Jalan Prihatin, RT 008/RW 002, Kelapa Gading. Akibat kejadian tersebut, sejumlah orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Pantauan awak media pukul 14.15 WIB, terlihat sejumlah petugas masih melakukan investigasi kejadian di sekolah. Pihak kepolisian pun memasang garis pembatas di lokasi ledakan.

























