jurnalis:Dimas
Manokwari,GerakNusantara.id – Resimen Induk Kodam (Rindam) XVIII/Kasuari yang berlokasi di Distrik Momiwaren, Manokwari Selatan, menjadi saksi bisu pengukuhan ratusan prajurit Korps Infanteri TNI AD. Sebanyak 570 mantan siswa resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Upacara Tradisi Pembaretan dan penyematan Brevet Kualifikasi “Yudha Wastu Pramuka” pada Senin (13/10/2025).
Kegiatan penting ini dipimpin oleh Brigjen TNI Yusuf Sampetoding S.IP, Danrindam XVIII/Kasuari, dan dihadiri oleh jajaran petinggi Rindam serta tokoh-tokoh penting di wilayah tersebut, termasuk perwakilan dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1808/Mansel.
Kehadiran perwakilan Kodim 1808/Mansel dan Komandan Rayon Militer (Koramil) setempat menunjukkan soliditas dukungan teritorial terhadap pusat pendidikan militer ini. Kapten Inf Hendro (Pasi Pers Kodim 1808/Mansel) dan Kapt Inf M Sanoi (Danramil 1808-03 Momiwaren) hadir memastikan kegiatan yang melibatkan 570 prajurit baru dan sekitar 850 hadirin, termasuk keluarga siswa, berjalan dengan aman dan tertib.
Kehadiran Danramil Momiwaren, yang merupakan komandan satuan teritorial paling dekat dengan Rindam XVIII/Kasuari, berperan penting dalam koordinasi pengamanan wilayah dan mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara, mulai dari upacara inti hingga prosesi pemasangan baret oleh tamu undangan dan keluarga siswa.
Dalam amanat yang dibacakan, Danrindam menggarisbawahi makna penting dari Brevet “Yudha Wastu Pramuka”. Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan terhadap kemampuan para prajurit baru sebagai “Queen of The Battle”—pasukan yang tangguh dan terdepan di medan tempur.
“Pemasangan baret dan penyematan brevet ini merupakan pengukuhan atas kemampuan pasukan berjalan kaki. Ini menuntut kemampuan yang mencakup ketangguhan fisik, mental, serta profesionalisme tinggi,” jelas Brigjen TNI Yusuf Sampetoding.
Sebanyak 570 prajurit Infanteri baru ini (133 Dikmabaif dan 437 Dikmataif) kini siap ditugaskan di berbagai satuan Infanteri di seluruh Indonesia. Danrindam berpesan agar mereka terus meningkatkan keimanan, profesionalisme melalui budaya belajar dan berlatih, serta menjaga nama baik Korps Infanteri dan almamater.
Seluruh rangkaian upacara selesai, dilaporkan berjalan aman dan lancar berkat sinergi antara satuan pelaksana pendidikan dan satuan komando kewilayahan setempat.

























