jurnalis: Wahyu
Tulungagung,GerakNusantara.id – Di bawah sengatan terik matahari, Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., turun langsung menemui ratusan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Tulungagung, Senin (29/9/2025).
Dengan didampingi Sekda Tulungagung, H. Drs. Tri Hariadi, M.Si., serta jajaran Forkopimda, Bupati Gatut Sunu bahkan duduk bersila di tengah jalan untuk mendengar langsung aspirasi para mahasiswa.
Aksi yang awalnya berlangsung di jalan raya depan Gedung DPRD di Jalan R.A. Kartini No. 17, Kelurahan Kampungdalem itu, akhirnya disepakati bergeser ke Ruang Aspirasi DPRD Tulungagung agar dialog berjalan kondusif.
Dalam aksi tersebut, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tulungagung menyampaikan tiga tuntutan utama:
- Menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap aktivis dan mahasiswa.
- Meminta transparansi penyaluran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), apakah sudah sesuai aturan dan regulasi.
- Evaluasi serta pengawasan ketat terhadap mekanisme penyaluran beasiswa.
Bupati Tegaskan Tidak Ada Kriminalisasi di Tulungagung
Menanggapi tuntutan pertama, Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa tidak akan ada kriminalisasi terhadap aktivis maupun mahasiswa di Kabupaten Tulungagung.
“Saya tegaskan, di Kabupaten Tulungagung tidak ada kriminalisasi terhadap aktivis maupun mahasiswa. Kalau pun ada kejadian seperti itu, mungkin terjadi di daerah lain, bukan di sini,” ujar Bupati Gatut Sunu di hadapan para peserta aksi.
Bupati juga memastikan bahwa pihaknya mendukung penuh kebebasan berpendapat, sepanjang disampaikan sesuai aturan dan tidak melanggar undang-undang.
“Selama aspirasi disampaikan secara baik dan sesuai aturan, kami tidak punya niat sedikit pun melakukan kriminalisasi,” tegasnya.
Dana BOS dan Beasiswa Sesuai Prosedur
Terkait persoalan dana BOS dan beasiswa, Bupati Gatut Sunu memerintahkan jajarannya untuk membuka data secara transparan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Saya sudah perintahkan staf untuk segera menyiapkan data terkait dana BOS, baik SD maupun SMP, supaya bisa dipelajari bersama,” ujarnya.
Komitmen Pemerintah untuk Transparansi dan Dialog
Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan masyarakat. Ia berharap komunikasi yang sehat dapat mencegah kesalahpahaman dan memperkuat sinergi pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah selalu terbuka. Jika ada kritik atau aspirasi, sampaikan dengan baik. Kami siap menerima dan membicarakan bersama,” pungkas Pemilik Romo Wijoyo Group.
Aksi yang berlangsung damai ini berakhir dengan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan tuntutan secara lebih rinci di ruang resmi DPRD Tulungagung, menandakan komitmen bersama untuk membangun Tulungagung tanpa konflik dan kriminalisasi.



























