jurnalis:Aldo
Malang,GerakNusantara.id – Kota Malang yang terus berkembang pesat menyimpan sebuah bangunan bersejarah yang tak hanya menjadi saksi perjalanan waktu, tetapi juga simbol harmoni antar budaya. Kelenteng Eng An Kiong, yang terletak di Jalan Laksamana Martadinata, Kotalama, Kedungkandang, Kota Malang, akan merayakan usia 200 tahun pada 2025 ini.
Bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan kehidupan masyarakat Tionghoa di Kota Malang.
Kelenteng ini pertama kali didirikan pada 6 Juni 1825 oleh seorang militer Tionghoa bernama Letnan Kwee Sam Hway. Saat itu, kelenteng menjadi tempat berkumpul bagi komunitas Tionghoa yang datang ke Malang untuk bekerja membangun jalur kereta api yang diperintahkan oleh Belanda.
Vera menjelaskan,Klenteng Eng Ang Kiong di Kota Malang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-200 dengan meriah.
Kirab Budaya Akan diadakan pada Sabtu, 27 September 2025, dengan rute dari Klenteng Eng Ang Kiong ke beberapa jalan di Kota Malang, seperti Jalan Gatot Subroto, Jalan Trunojoyo, dan Alun-Alun Tugu Malang.
Peserta Terdapat sekitar 1.300-1.500 orang dari luar negeri, termasuk dari Malaysia, Singapura, Myanmar, Brunei, Macau, Hong Kong, dan China, serta 2.000-2.500 orang lokal.
Tema Kirab ini akan menampilkan kesenian dan kebudayaan Kota Malang, termasuk barongsai, reog Malang, topeng Malang, syukuran dengan polo pendem, dan penampilan 12 baju adat nusantara.
ungkap Hermanto saat ditemui di kelenteng pada sabtu (27/9/25).
Seiring berjalannya waktu, kelenteng ini berkembang menjadi lebih dari sekedar tempat ibadah.
“Kelenteng ini juga menjadi pusat sosial bagi masyarakat Tionghoa yang merantau, tempat mereka berbagi cerita dan menjaga tradisi,” tambah Hermanto,
Tujuan Acara ini untuk menunjukkan bahwa Kota Malang layak menjadi destinasi wisata dan memperingati ulang tahun Klenteng Eng Ang Kiong yang ke-200.
Pemberangkatan Kirab akan dimulai pukul 12.30-13.00 siang, diawali dengan acara berdoa di pagi hari untuk keselamatan dan keberkahan.
Sejarah Klenteng Klenteng Eng Ang Kiong didirikan pada tahun 1825 oleh Letnan Kwee Sam Hway dan merupakan kelenteng Tridharma yang menjadi tempat beribadah tiga kepercayaan, yakni Konghucu, Buddha, dan Taoisme



























