jurnalis: Ismail
Surabaya,GerakNusantara.id – Komitmen kuat Polrestabes Surabaya dalam memberantas peredaran Narkoba kembali diwujudkan dengan menggagalkannya peredaran Narkotika jenis sabu-sabu dan Pil Extasy yang hendak diselundupkan dari Pulau Kalimantan ke Jawa Timur.
Dalam hal ini, sabu-sabu seberat 84,7 Kilogram serta Pil Extasy sebanyak 40.328 butir berhasil diamankan dari 4 orang masing-masing berinisial AR (33 tahun), HD (26 tahun), SH (32 tahun) dan DS (29 tahun).
Puluhan kilo sabu-sabu dan ribuan Pil Extasy langsung dimusnahkan, dalam kegiatan Konferensi Pers yang digelar pada Selasa Siang (09/09/2025), dilapangan A Mapolrestabes Surabaya.
Menurut Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, bahwa puluhan kilo sabu-sabu dan ribuan Pil Extasy yang diamankan memiliki nilai sangat tinggi yaitu Rp.127, 16 Milyar dengan potensi menyelamatkan sekitar 881 ribu jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Barang bukti ini, langsung kita musnahkan dengan cara dibakar menggunakan alat incinerator bergerak milik Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim,” ucapnya, dihadapan wartawan.
Terkait 4 orang yang ditangkap berasal dari dua kelompok berbeda dengan wilayah peredaran di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Namun, dalam satu jaringan kelompok besar yang mendapat pasokan sabu-sabu dari Pontianak, Kalimantan Barat.
“Dari pengakuannya keempat orang yang kita ini, bahwa mereka berperan sebagai kurir yang diperintah oleh seorang bandar besar dengan imbalan antara 30 juta rupiah hingga 100 juta rupiah, bahkan ada yang dikasih imbalan 186 juta rupiah,” jelas Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.
Untuk modus, Lanjut Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menyamarkan narkoba dalam kemasan produk, serta menggunakan identitas palsu untuk mengelabui atau menghindari kecurigaan Petugas.
“Memang keempat orang ini dari dua kelompok berbeda dan tidak saling mengenal, tapi misi yang dijalaninya sama yakni mengedarkan narkoba Lintas Kalimantan–Jawa dengan target utama peredaran di Jakarta, Bandung, dan Surabaya,” terang Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.
Kini pihak Polrestabes Surabaya memastikan masih terus berupaya mengembangkan dan menyelidiki demi mengungkap para pelaku lainnya dalam jaringan pengedar sabu-sabu hingga ke-akarnya.



























