Logo
Peristiwa

Ribuan Relawan Pamekasan "Gelar Sajadah Damai" Dukung MBG, Stunting Turun Drastis Jadi 3,2%

02 Jul 2026 Admin 147 views
Ribuan Relawan Pamekasan "Gelar Sajadah Damai" Dukung MBG, Stunting Turun Drastis Jadi 3,2%
Pamekasan,GerakNusantara.id – Suasana Gerbang Salam terasa di halaman Gedung Dewan Pamekasan, kamis pagi. Ribuan emak-emak, relawan, dan anak muda turun ke jalan menggelar aksi damai mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) prioritas Presiden Prabowo Subianto. Aksi berlangsung tertib, tanpa senjata tajam, narkoba, maupun anarkis. Aksi damai berskala besar untuk menyuarakan dukungan agar program MBG dilanjutkan dan ditingkatkan. Massa menuntut dua hal utama: kualitas menu MBG dinaikkan dan proses perizinan SPPG dipermudah. Kapolres Pamekasan mengapresiasi karena aksi berjalan damai, tertib, dan penuh adab. Aksi ditutup dengan seruan “Hidup MBG! Hidup MPG!” dan doa bersama untuk Generasi Emas Pamekasan 2045. Massa Aksi Relawan, emak-emak, dan anak muda Madura. Perwakilan anak muda menyebut MBG membuka peluang kerja meski ilmu minim. “MBG dihina, kita akan lanjutkan aksi damai,” tegasnya. Pemerintah Bupati Pamekasan Dr. Drs. K.H. Kholilurrahman, S.H., M.Si. , Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG H. Sukriyanto ,Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, kepala OPD, dan relawan SPPG hadir menemui massa langsung. Forkopimda kompak turun ke lapangan. Kamis pagi pukul 09.00 WIB, dalam rangkaian Gerbang Salam Pamekasan. Bupati menegaskan nilai aksi ini adalah cerminan masyarakat muslim yang cinta damai. “Kita tunjukkan kalau Pamekasan bisa, Gerbang Salam itu bisa, karena masyarakatnya muslim cinta damai,” ujarnya. Titik aksi dipusatkan di halaman depan Gedung Dewan Kabupaten Pamekasan Jalan Kabupaten No. 107, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Bupati, Wabup, dan jajaran OPD menemui massa secara langsung untuk mendengar aspirasi soal pelayanan dan menu di masing-masing SPPG. Karena terbukti efektif. Bupati menyebut MBG sebagai mata rantai pemberdayaan masyarakat dan penurunan stunting. Data terbaru: stunting Pamekasan anjlok drastis menjadi *3,2%*, jauh di bawah rata-rata Jawa Timur 17%. Selain itu, MBG menargetkan pengentasan kemiskinan dan penyetaraan ekonomi lewat kemitraan petani, nelayan, peternak, dan UMKM. Wabup menegaskan tidak ada istilah MBG dihapus atau di-suspend selama mitra tertib izin dan jaga kualitas menu. Pemkab Pamekasan pasang badan. Wabup selaku Ketua Satgas MPG meminta semua mitra terus perbaiki pelayanan dan menu siswa. Untuk kendala izin, Pemkab siap membantu percepatan. “Silakan datang kepada kami jika SPPG dan MBG dapat jalan buntu, akan kami carikan solusi,” kata Bupati. Dari jalanan hingga data, Pamekasan membuktikan MBG bukan sekadar bagi nasi. Ini soal masa depan anak, dapur UMKM, dan penurunan stunting. Dan ketika rakyat turun dengan damai, pemerintah turun dengan solusi.( ULUM )

Komentar

Home Lowongan Tentang Redaksi

Kategori