Logo
Seni & Budaya

Peringatan 100 Tahun Desa Karangduren: Tebar Kebaikan, Lestarikan Warisan Lewat Pagelaran Wayang Kulit

04 Jul 2026 Admin 165 views
Peringatan 100 Tahun Desa Karangduren: Tebar Kebaikan, Lestarikan Warisan Lewat Pagelaran Wayang Kulit
Malang,GerakNusantara.id - Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti Lapangan Balai Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang pada Jumat malam sabtu ini. Masyarakat bersatu merayakan peringatan bersejarah Selamatan Desa Karangduren ke-100 Tahun, mengusung semangat luhur: “Metri Bumi Gumregahing Manembah Nyawiji Nggayuh Karaharjaning Desa” – bersyukur pada bumi, berdoa bersatu, meraih kemakmuran bersama. Rangkaian acara berlangsung mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai, dihadiri oleh unsur Muspika Pakisaji, Camat Pakisaji, perwakilan Pemerintah Kabupaten Malang, tokoh masyarakat, RT/RW, Linmas, Satgas, serta ribuan warga setempat.sabtu 4-juli 2026 Acara dibuka dengan momen menyentuh hati: penyerahan santunan kepada sekitar 100 anak yatim piatu. Kegiatan ini diserahkan langsung oleh Kepala Desa Karangduren Sihabur Romli beserta keluarga, didampingi Geng Wahyudi dan keluarga. Dalam sambutannya, Kepala Desa Sihabur Romli menyampaikan rasa syukur sekaligus permohonan maaf yang tulus. “Alhamdulillah kita sampai di usia desa yang ke-100 tahun. Semoga segala kekurangan dan kesalahan kita diampuni Allah SWT, dan kita senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dan partisipasi warga, mengingat pelaksanaan tahun ini tidak sepenuhnya ditanggung pemerintah desa semata. “Kami berjanji akan berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik lagi ke depannya,” tambahnya. Mewakili Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, M.M., Kepala Kesbangpol Kabupaten Malang Agus Widodo, S.E., M.M. menyampaikan apresiasi tinggi. “Kegiatan ini sangat luar biasa, semoga membawa keberkahan dan rahmat bagi seluruh warga Karangduren. Kami mohon maaf Bapak Bupati tidak dapat hadir secara langsung, namun beliau berharap tradisi mulia seperti ini dapat terus berjalan berkelanjutan,” ujarnya. Sementara itu, Geng Wahyudi selaku sesepuh desa mengingatkan pentingnya menjaga amanah leluhur. “Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud syukur sekaligus komitmen kita mewariskan nilai luhur dan budaya kepada generasi penerus. Jangan sampai kita melupakan jasa para pendahulu yang telah berjuang mendirikan desa ini,” tegasnya. Puncak acara ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan oleh dalang muda berbakat Ki Bagas Hadi Guno Carito (Mas Dalang Oye). Lakon yang diangkat adalah “Mandhape Wahyu Purbo Kayun”, sebuah persembahan khusus untuk mengenang jasa para leluhur desa, termasuk bedah kerawang Mbah Singo Yudho. Pagelaran ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, namun sarana pembelajaran nilai kehidupan sekaligus bukti kesetiaan warga Karangduren melestarikan budaya asli bangsa.(Aldo35)

Komentar

Home Lowongan Tentang Redaksi

Kategori